Do the best and let God do the rest :)

Rabu, 02 Oktober 2013

When I was in Ramma'

Saya pamit, pamit untuk ke malino. Tapi bukan pamit untuk mendaki gunung maupun camping. Saya sudah sangat yakin, tidak akan dapat ijin untuk melakukan kegiatan yang menurut orang tua saya sangat ekstrem. Saya mempersiapkan diri beberapa minggu sebelum memulai liburan ini. Sekali-kali saya ingin merasakan liburan yang berbeda. Liburan di alam beratapkan langit berbungkus tenda tanpa signal wi-fi. 

Saya mulai melatih fisik dengan jogging setiap sore di seputaran daerah kampus. Namun, tetap saja belum yakin, kapan akan memulai mendaki gunungnya. Beberapa tawaran silih berganti datang, namun tidak satupun yang bisa memastikan :'. And finally, here we are 

"Ahdan mau ke ramma' sama teman kantor ku kita berangkat jumat depan dan pulang hari minggu ?" tawaran ini sontak membuat saya kegirangan lompat kesana kemari di dalam lab dan segera mengirim sms ke atasan saya untuk minta cuti 2 hari. Sorry that i told you a lie boss :D

Saya semakin bersemangat jogging sore. Hingga tiba waktunya, Jumat 25 Oktober 2013, saya masih harus mengikuti simulasi tes TOEFL di pagi hari dan melanjutkan pekerjaan d kantor, karena tidak dapat ijin untuk 2 hari :(

Perjalanan dimulai ! Saya masih agak canggung dengan keadaan sekitar. Tidak mengenal siapapun di dalam mobil. Yang ku tahu mereka teman-teman mba Ayish. *hihihihi.  Perhentian pertama di mesjid daerah gowa. Saya merasa mual bukan kepalang. Maklum, belum terbiasa untuk duduk di dalam mobil. Saya biasanya mengendarai sepeda motor :D. Belum juga pusing saya hilang, perjalanan kembali dilanjutkan menuju malino. Kami berangkat dengan 2 mobil dan cukup lowong. Syukur, saya merasa agak baikan ketika pindah di kursi bagian depan. 

Cahaya matahari kemudian menghilang berganti dengan langit gelap dan udara dingin. 

"Sedikit lagi kita sampai" ucapan said yang mengendarai mobil membuat saya sedikit menghela nafas. 

Rasanya saya tidak sanggup lagi melewati jalanan berkelok-kelok ini. Perhentian terakhir untuk melaksanakan sholat maghrib sebelum betul-betul berhenti memarkirkan mobil dan berjalan kaki mendaki gunung. Jam telah menunjukkan pukul 7:38 malam ketika kami semua berkumpul membentuk lingkaran , berdoa dan melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki.

"HOREEEEEE !!! SAYA AKHIRNYA MENDAKI GUNUNG !!!" saya berteriak kerasss, namun hanya dalam hati *hihihihi., 
Mendaki gunung ternyata bukan perkara mudah. Walaupun beberapa orang bilang, Ramma' hanya sebagian kecil pendakian gunung. Tapi tetap saja saya merasa ngos-ngosan dan merasa kram dimana-mana. Belum juga berjalan terlalu jauh, saya sudah menumpahkan gula yang dititipkan pada kantong sebelah tas saya. Huhuhuhu maafkaaaaaaannn :'... syukur masih tersisa bnyak.

Beberapa kali kami harus berhenti karena rasa lelah. Namun, bukan rasa lelah yang menjadi perkara saya. Saya sangat penakut dan sedikit benci dengan pikiran saya yang melayang kemana-mana. Saya tidak bisa mengontrol cerita horor di dalam benak saya. Mencoba menenangkan diri saya beberapa kali memanggil nama Ayish atau menarik tali ransel kakak yang berjalan di depan saya.
"Kak pelan-pelanki'"

Ini pertama kalinya saya mendaki gunung dan jalan dimalam hari. OH MY GOD ! this is totally nightmare and scary. Saya mencoba bercanda menghilangkan rasa takut saya dan mencairkan suasana. Pelan-pelan saya mulai mengenali mereka dari percakapan yang melintas d telinga saya. Yang jalannya paling depan namanya kak Muis, di depan saya kak Nurdin, selebihnya saya hanya mengenal adik2 perempuan yang beberapa kali menjerit karena sedikit problem.
Perjalanan ini hanya diterangi cahaya senter dan bantuan tongkat untuk menghalau ranting-ranting yang menutup jalan. Saya kemudian merasakan kram kaki saya semakin parah. Mungkin karena dingin, saya mulai merasakan kaki saya membeku. Mungkin ini hipotermia seperti yang pernah diceritakan virah. Kalo tidak salah caranya dengan menyalakan korek api di daerah yang kedinginan. Dan hasilnya saya tidak merasakan apapun, kecuali kesemutan yang sangat menyiksa untuk memaksakan kaki tetap melangkah. C'moon ! saya tidak mau membuat perjalanan ini berantakan dan akhirnya saya memaksakan kaki tetap berjalan.
Setelah berjalan sangat jauh, sampailah kami di puncak Tallung. Angin bertiup sangat kencang membuat suhu semakin dingin. Tapi, pemandangan langit bisa menghilangkan rasa lelah setelah berjalan jauh.
"HUAAAAAA ADA BANYAK BINTANG-BINTANG !!!!" I wish I could stay here. Tapi ternyata perjalanan masih harus berlanjut menuruni bukit. Perjalanan kemudian semakin ekstrem dengan tapakan yang semakin mengecil. Untungnya cerek, yang sudah beberapa kali mendaki gunung dengan sigap menolong. Beberapa kali saya terpleset dan sedikit panik dengan jalanan sempit menuju jurang. "HUAAAA I'm gonna cry this moment" 
Hingga tiba saat dimana saya betul-betul hampir menyerah.Akhirnya ransel saya harus di bawa kak nurdin karena beberapa kali tersangkut di dahan.
"SAYA MAU PULLLLLAAAA.....!!!" Tiba-tiba permohonan ini terpotong oleh permukaan datar yang dikekelilingi tenda di mana-mana. HORE ! kami sampai juga. hore, horeeee !!!! rasa mau loncat kesana kemari dan memberi selamat kepada orang-orang yang telah lebih dahulu tiba di tempat ini. Tapi ini ide gila. 

Kami kemudian menyalakan api unggun dan menghangatkan diri. Dari balik cahaya head lamp bisa terlihat kabut yang keluar dari mulut saat bernafas dan bicara. Keinginan untuk pulang kemudian berbalik 180 derajat dan ingin tinggal disini saja. Udara nya nyaman, tak perlu menyalakan AC. Begitu tenda telah siap, kami lalu menyiapkan makanan dan mulai mengatur perlengkapan. Di samping tenda kami ada sungai kecil yang mengalir dan menambah suasana alam yang begitu sejuk. Jaket saya begitu menjadi sangat dingin karena ada keringat dan udara sejuk yang keterlaluan. Saya mencoba meracik indomie goreng bersama Ayish. Entahlah apa rasanya, yang jelas memasak di keadaan gelap bukan perkara mudah. Saya mulai putus asa dengan rasa indomie goreng dengan kuah kebanyakan. 

Tapi senang juga dengan pujian yang lainnya "Enak ji dek enak ji, kalo di gunung itu enak smua ji" *hihihi ini yang membuat saya betah untuk menyiapkan makanan. Padahal baru dilihat, makanan ini sudah tidak mengundang selera.  Setelah berganti baju saya kemudian membungkus diri dengan sleeping bag dan mencoba memejamkan mata. Entah sudah pukul berapa saat saya bangun dan mendengar kedua gigi saya saling beradu karena kedinginan. Saya memeluk Ayish yang tidur di samping saya. Rasa-rasanya saya hanya berkedip ketika cahaya terang masuk menerobos tenda.
Saya tidak sanggup untuk bangun dan berwudhu. Ah sudahlah, saya harus membunuh rasa dingin ini. "Mba boleh wudhu pake tissue basah kah ?" canda saya sambil menggigil di pinggir sungai kecil disamping tenda. Akhirnya rasa dinginlah yang harus mengalah. Menunaikan sholat subuh di tengah alam dengan suhu dingin adalah pengalaman luar biasa. Kemudian saya harus kembali ke sungai dan menggosok gigi, dan tiba-tiba ada segerombolan sapi yang melintas tak jauh dari arah aliran sungai tempat saya mengambil air minum semalam. WTFUKKKK !!!! ckckckc, saya tiba-tiba berhenti dan tak mau berkumur lagi. mengambil tissue basah dan menghilangkan sisa-sisa busa odol saya. 

"Ada sumber air di sana, kalo mau minum" kak Muis kemudian mengajak mengambil air minum yang agak jauh dari tempat kami mendirikan tenda. 
Ada pipa besar yang terhubung mengeluarkan air jernih dan sejuk untuk di minum. Tidak ragu-ragu lagi saya segera meneguk air nya dan merasakan kesejukan di tenggorokan saya. YUHUIIIIII !!!!!! Sepanjang jalan saya membujuk untuk memindahkan tenda ke dekat sumber air itu. dan akhirnya kami move on ! hihihih

Hari ini sangat berbeda dengan hari-hari biasanya yang saya lalui. Tidak ada lab, tidak ada sms meeting, tidak ada signal wi-fi, tidak ada kerjaan dan tidak ada matahari yang menyengat. I wanna stay here longer ! Siang hari hanya diisi dengan candaan ringan lainnya. Mulai dari celaan hingga kelakuan yang tidak pernah terbayangkan.

"Enal ayoo mangkal" Sambil mengangkat sarung setelah sholat kak Arman sukses membuat pipi saya sakit karena tertawa. "Ya Allah, russsaknya ini kodong kehidupannya kak Endang" sapaan sayang kak enal dari kak arman. Lain lagi kalo cerek bilang "Oi kak Armang ayo makang ikang sardeng tangpa tulan" candaan khas kelebihan huruf G yang sukses membuat saya hampir mengeluarkan air mata tidak sanggup menahan ketawa. 

"Kau itu adi nd pernah sa liat sholat"
"Sholat itu urusan hati cess, masa' mau ku lapor setiap sholat ka"
"Jangan2 kalo duduk2 mko terus dalam hati mu ko pikirkan sholat , sudah beresmi sholatmu, sudah itu dijama' lagi mulai dari subuh smpe isya satu kali" hhihihhhihi 

Candaan ini membuat saya seperti menemukan keluarga baru. Membuat saya sedikit takut menghadapi hari esok. Takut kalau saya tidak bisa lagi tertawa seperti saat ini. Takut kalau ini hanya akan menjadi memori.  Dan sangat takut jika memori ini menyebabkan kerinduan yang hebat suatu hari. huaaaaaa !!! I'm gonnaaaaaa miss it so much damn !

Duduk melingkar dan mulai memainkan games sambung lagu. Entah jaman apa yang telah di lalui kak enal. Tidak sepotong pun bait lagu melekat d ingatannya. ckckckc. Hanya beberapa bait yang berhasil di sambung kak Gandhi dan Marwa yang bersuara jernih. Uni yang sedari tadi seharusnya menyambung potongan lagu dari Ulva masih saja senyum-senyum tidak jelas dari kegelapan. Rini juga tidak menyambung lagu apapun. Nila apalagi, hanya tersenyum manis ketika terkena cahaya senter. Alhasil games ini dianggap gagal :D 

Malam ini kemudian ditutup dengan breafing menyambut persiapan pulang.
"Siapa yang takut ketinggian ?" pertanyaan ini kemudian meruntuhkan rasa senang ku. Saya benci ketinggian, dan harus menghadapi kenyataan kalau pulang harus melewati tebing.

Masuk ke tenda dan bersiap untuk mendaki pulang. Pikiran horror pun kembali menghampiri. Benci dengan jalur pulang yang akan terlihat terjal dengan tebing di pinggirannya. Saya menangis ! OH GOD ! Pikiran semacam ini memang seringkali menghampiri saya sebelum tidur. Mulai takut dengan semuanya. Saya menangis sesenggukan. Dan akhirnya di tutup dengan dengkuran yang mungkin saja mengganggu Helki yang terlelap disamping saya. Maaaaffkkkeeeeuuunnn mba Ayish :' saya tidak suka dengan jurang2 dari ketinggian. 

Belum juga matahari menampakkan diri, saya sudah berada di pancuran sumber air untuk mengambil wudhu. Ketakutan dengan ketinggian masih hinggap di pikiran saya. C'moon !!! I wanna go home !  Selesai sarapan kami berfoto bersama dan berdoa dipimpipin kak Uwa sebelum memulai pejalanan pulang. Ketakutan itu menjadi lebih besar tatkala gunung yang akan di daki tepat berada di hadapan saya. Saya bisa merakan kedua lutut saya bergetar. Huaaaaaaaaaaaaaaa...., I'm crying ! saya menggigit bibir mencoba menenangkan diri. Untungnya kak nurdin dengan sigap mengatasi ketakutan ini. Saya bisa merasakan langkah kaki yang berada di pinggiran jurang. Saya menjadi lebih cengeng ! 

Beberapa kali berhenti dan tibalah kami pada hutan pinus yang menandakan jarak parkiran mobil tidak jauh lagi. horeeeeee !! I couldn't believe it that I have been there ! Saya kemudian berlari disamping kak Akram dan berteriaaak "Horeeeeeee dari mka Ramma'" teriakan ini kemudian berhenti ketika saya menatap layar Hp dengan nama ayah yang terpampang disana. Perasaan kemudian bercampur aduk. Belum lagi lecet kaki yang di sebabkan sendal yang kurang nyaman Tapi, tidak apalah pengalaman ini layak untuk diperjuangkan :D Sekali lagi terimakasssiiihh untuk semuanyaaaaaaa :)




Makassar, 2 Oktober 2013
dari ruang kantor yang begitu penat 




Selasa, 19 Februari 2013

MY assigment today :D about my Holiday

I opened my picture files on my laptop last night. I tried to remember about my holiday. I love travelling. And every holiday, I always visit some places. Actually, all of my holiday has the interesting story. But today, I prefer to talk about my recent holiday. The story was began when my friends came to Makassar. They are Devi and Barnash. Both of them had long vacation and wsant to spend it in Makassar. The first time I met Devi in English Debat competition. She was delegation from Yogyakarta. And this time, she came for holiday. I’m very happy to see her again. I had planned our destination. I made the schedule and decided the place. We just had 4 days for holiday.
The 1st place we visited is Bantingmurung. We went to Bantingmurung by public transportation. Unfortunately the weather was very bad. It was not raining but the waterfall was not good to swim. I decided to enter the cave. That was dark and slippery. We took some pictures, but it’s not really clear.  We went home at 3 o’clock and took a rest for a moment. We continued our journey to Toraja. We really excited. We enjoyed views in some places. We went to Londa, Lemo, Sangalla, and Ketekesu. We didn’t forget to see Rambu Solo, a death ceremony. That was so scary. We didn’t spend a night in Toraja. We went back to Makassar at night.
We arrived in Makassar early morning. Then we waited a car to go to Bulukumba. We wanted to enjoy Bira beach.  We spent a night there. That was really awesome when we can enjoy the sun rises in Bira beach. We also enjoy some grilled fishes. We went back to makassar at 11 a.m. We continued to enjoy Losari beach. There are so many new things. It’s getting better right now. But, some trash everywhere. This was the last journey of my holiday. Devi and Barnash went back to Jakarta. And I had to face my routine activities again. Welcome to real world. Triple K in Bahasa. They are Kerja Kursus and Kuliah. Hectic days every day, but I love it !

Sabtu, 09 Februari 2013

I'm AIESECer.

Minggu ini saya sibuk menjadi bagian keluarga besar dari AIESEC. Sebuah organisasi yang menjadi wadah untuk pemuda yang ingin mencari pengalaman di negara lain. Ada beberapa negara yang dapat kita pilih. Jangka waktu untuk melakukan kegiatan di luar negeri ini juga cukup singkat, minimal 6 minggu. Semua kelebihan belajar di luar negri dapat kita peroleh dengan mudah dengan bergabung d AIESEC. Kekurangannya adalah ada beberapa biaya yang harus kita tanggung untuk melakukan program ini. Tapi tenang saja, kita dapat menjalin kerja sama dengan beberapa perusahan dengan mengajukan proposal bantuan dana :)

Sabtu kemarin, 9 Februari 2013, saya dipercayakan untuk mengisi acara info session sebagai master ceremony. Kebayang juga gugupnya musti tampil tanpa banyak persiapan karena terlalu sibuk dengan kegiatan lainnya. I'm sorry !
Cengegesan sebelum naik panggung ~

Back about AIESEC info session. Salah satu teman dekat saya ternyata turut mengisi acara. Sebenarnya kami sempat lost contact ketika memasuki jenjang SMA. Kami melanjutkan di sekolah yang berbeda dan kemudia teman saya kuliah di luar negri dan tetap saja lost contact hingga akhirnya bertemu d acara info session ini. Dia memberikan beberapa alasan mengapa harus keluar negri untuk belajar. Walaupun dia sendiri sangat tertarik untuk tetap tinggal di Indonesia melanjutkan kuliah, namun takdir berkata lain. Anisa Pratiwi, namanya, melanjutkan kuliah di negri Malaysia. Alasannya simple, dia masih menginginkan belajar di negara lain yang memiliki atmosfir seperti Indonesia. Dengan hidup jauh dari orang tua nya, dia belajar banyak tentang kemadirian dan lebih bertanggung jawab. Dia banyak berubah, seingatku dulu dia agak canggung jika diminta bicara di depan orang banyak, namun kini dengan penuh percaya diri Anisa membagikan pengalaman belajar nya di kampung orang :) Thanks girl !

Pembicara lainnya  datang dari Exchange participant. Peserta yang telah mengerjakan project sosial di negara Thailand setelah bergabung dengan AIESEC. Namanya Kak Faruq. Pengalamannya sangat menarik. Apalagi tentang cerita cinta lokasi yang dialaminya. Actually he didn't tell us about that. Tapi bisik-bisik serta teriakan cie dari kursi panitia info session menambah meriah suasana sharing pengalaman dari kak Faruq. Hehehehe, that was an awesome birthday video kak ! menampilkan beberapa ucapan selamat dari teman-temannya dari beberapa negara yang berbeda. Ada yang menarik dari beberapa kegiatan yang telah dilakukannya di Thailand. bertemu orang-orang baru, memiliki pengalaman baru dan tentunya tambatan hati yang baru,. that was great :D

Menurut saya, ada banyak alasan mengapa kita harus melakukan program yang ditawarkan AIESEC ini. Yang paling utama adalah seleksi yang tidak begitu ketat, asal ada kemauan dan mampu bercakap dalam bahasa Internasional, kamu dapat merasakan sensasi persaingan global. Bertemu dengan orang-orang dari belahan dunia lainnya. Dan tak ketinggalan sensasi peduli sesama yang dituangkan dalam beberapa project sosial. Saya juga berencana akan terlibat dalam program serupa. Tapi ini bukan waktu yang tepat untuk tidak fokus terhadap tugas skripsi.

sampai  disini dulu, tepat pukul 8.20 minggu pagi, saat saya belum mandi pagi :D Maafkan kalo kemarin saya nge-MC ny jelek~

Rabu, 30 Januari 2013

A little bit of heaven with 4 Ksatria

4 ksatria dalam bayang kebahagian

Hari ini saya bolos les dulu :D selain masih belum fit, saya juga masih ingin menikmati euforia dr liburan selama 4 hari. Mumpung masih ingat, saya mau berbagi informasi mengenai perjalan liburan saya bersama 3 ksatria lainnya. Kami berempat mahasiswa tangguh dengan perjalanan tanpa batas ingin menikmati dunia luar. Sejenak istirahat dari rutinitas padat yang begitu membelenggu (*ehem). Dimulai dari tiket promo Air Asia yang mengepakkan sayap murahnya menuju ke pulau Celebes. Mba Devi kemudian mengajak liburan bersama keliling kota Makassar. Tugas yang harus selesai 2 minggu kedepan akhirnya saya rampungkan selama seminggu kerja lembur. Lumayan, ajakan liburnya cukup menggiurkan. Saya kemudian mencoba mengatur jadwal dengan menyesuaikan kedatangan mba Devi dan seorang temannya Kak Barnash. 2 ksatria ini rupanya ingin sejenak beristirahat dari hiruk pikuk kota Jakarta. 

Cuaca di Makassar tidak sangat tidak mendukung. Seminggu sebelum kedatangan mereka, Sulawesi terjadi banjir dimana-mana. beberapa jalur yang menjadi destinasi kami terputus akibat sungai yang meluber. Tapi saya keep in touch dengan mba Devi. Mengabarkan rencana perjalanan kami. Walaupun hujan tak pernah berhenti namun derasnya mulai berkurang. 

The 1st DAY 25 Januari 2013
Tepat pukul 00:55 dini hari ketika pesawat Air Asia mendarat di kota Makassar. Saya bersama Tiar telah menunggu selama 10 menit ketika tulisan di layar berganti menjadi landed dan berkedip-kedip warna merah. Saya kemudian celingak celinguk mencari wajah yang saya temui 2 tahun kemarin dalam lomba debat bahasa Inggris. Dan akhirnya ketemu juga !. Berpelukan dan rasa kangen itu mulai hilang berganti rasa tak sabar menyambut datangnya pagi. Dalam perjalanan pulang, 3 ksatria dan seorang pangeran mampir dulu di Songkolo Begadang Pannara'. Menurut saya ini salah satu makanan khas Makassar yang susah di temui di tempat lain. Cukup 5 ribu perut sudah dimanjakan dengan rasa ikan kering yang garing, sedikit manis dan campuran kelapa yang terasa khas. tempat ini buka 24 jam. 

Saya lalu mempersilahkan 2 ksatria untuk beristirahat sebelum memulai petualangan. Tepat pukul 03:00 dini hari lampu padam dan entah kapan akan menyala. Sepertinya memberi sinyal untuk beristirahat dan bergabung dengan ksatria lainnya di alam mimpi. Rupanya mba Devi juga belum tidur. Dan mulai beristirahat saat lampu padam. 

Pukul 09:00, disaat matahari mulai terik kami melangkahkan kaki mencari angkutan umum menuju Bantingmurung. Saya sebenarnya kurang ahli dalam menentukan jalur angkutan umum (read: pete2). Modal tanya kiri kanan, saya dan 2 ksatria lainnya akhirnya tiba setelah berganti 4 kali angkutan. Jalur Antang lalu Daya menuju pete2 Maros dan terakhir pete2 Bantingmurung dengan total biaya untuk pete2 adalah 17 ribu. Kami kemudian turun tepat di depan gerbang masuk dan membayar 15 ribu. Untungnya kami wisatawan domestik, wisatawan dari luar harus merogoh 50 ribu untuk menebus gerbang menuju air terjun Bantingmurung ini. Sayangnya karena hujan baru berhenti hari ini, aliran air terjun menjadi sangat deras. Padahal berangkat dari rumah, kami telah menyiapkan pakaian ganti. Selain deras airnya juga sagat keruh. Oia, kami bertemu dengan 1 ksatria lagi. Namanya "Tadhi", kalo menyebutkan namanya seperti sedang menyebutkan sesuatu yang telah berlalu, bisa jadi ambigu jadinya. heheheh. Oke, sekarang kami telah lengkap menjadi 4 ksatria. Ksatria Devi, ksatria Barnash, Ksatria Tadhi, dan ksatria Jessica, huahahahahaha. Kami berempat lalu menyusuri gua di Bantingmurung. Karena lupa bawa senter, kami akhirnya menyewa dengan harga 10 ribu untuk 1 senter. Menjelang waktu sholat dhuhur, keempat ksatria berjalan keluar. Namun saya dan mba Devi terhenti untuk bersih2 di pinggir aliran air terjun dari bekas lumpur di dalam gua gelap.
Keempat Ksatria (saya, mba Devi, Kak Barnash, Taadhi) dengan latar belakang pegunungan Bantingmurung

Pukul 03:00 sore 4 ksatria akhirnya meninggalkan Bantingmurung. Karena tidak ada angkutan yang langsung keluar dari Bantingmurung, akhirnya kami berjalan sambil ngesot :D. Beristirahat sejenak di rumah saya sebelum menuju ke tempat pemberangkatan berikutnya. Tepat pukul 8 p.m kami meninggalkan rumah menuju tempat pemberangkatan bis menuju kota Toraja. Harga tiket 100 ribu per orang. Dan beruntungnya karena bis dengan harga fasilitas 100 ribu tidak tersedia, akhirnya dengan senang hati kami bertiga menikmati fasilitas bis dengan harga 120 ribu per orang tanpa ada tambahan pembayaran :D duuuhhhh suenangnya. Sayangnya ksatria Tadhi tidak bisa ikut bersama kami. Perjalan pun dimulai.

The 2nd DAY 26 Januari 2013
Bus berhenti di pusat pertokoan Rantepao kota Toraja ketika jam menunjukkan pukul 6 a.m. Masih terlalu pagi untuk memulai perjalanan keliling kota yang terkenal dengan suasana funeral-nya. Ksatria Barnash terserang demam. Gawat !! tapi dengan segelas teh hangat, suhu tubuhnya mulai kembali normal. Saya kemudian mencoba menghubungi junior saya yang sedang berada d Toraja. Tidak lama setelah sms terkirim, muncullah Egi tampak dari kejauhan sedang mengayuh sepedanya menuju ke arah kami bertiga.  Kuajak dia untuk sarapan bersama kami. Sarapan bubur ayam seharga 5 ribu cukup untuk mengganjal perut kami. Kami lalu melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek dan motor rental yang telah kami sewa untuk perjalanan kami 1 hari. Ojek kami sewa 100 ribu untuk kak Barnash, berhubung ksatria ini kurang enak badan, sedangkan mba Devi dan saya menggunakan motor rental yang kami bayar 60 ribu untuk keliling tempat wisata.

The 1st destination. Menuju Ketekesu yang merupakan pusat tempat perayaan rambusolo atau acara kematian. Di tempat ini berdiri banyak pemondokan untuk menjamu tamu selagi acara dilangsungkan. Pegunungan yang digunakan sebagai tempat pemakaman terletak dibelakang jajaran rumah adat Toraja. Untuk masuk tempat wisata ini kami membayar 10 ribu per orang


Ketekesu

The 2nd destination. Perjalanan kami lanjutkan menuju ke tempat wisata di daerah Sangalla. Kami mengunjungi sebuah pohon yang dijadikan untuk pemakaman bayi. Biaya karcis masuk sebesar 10 ribu rupiah per orang dan kami disuguhi pemandangan sebuah pohon yang telah di lubangi dan kemudian ditutup dengan kayu yang telah dirangkai. Anehnya walaupun di dalam terdapat mayat, tetapi tidak ada bau aneh seperti perkiraan saya. Saya dan ksatria Barnash kemudian memilih untuk beristirahat sejenak di bawah lumbung yang berbentuk rumah adat Tongkonan. 30 menit ternyata sukses membuat rasa lelah hilang.

Baby grave di daerah Sangalla



The 3rd destination. Kami menuju ke Lemo untuk melihat pegunungan yang dijadikan makam bagi orang Toraja. Dengan harga tiket masuk 10 ribu per orang kami dapat menikmati pemandangan serupa dengan ketekesu. Di depan pegunungan masih terlihat 2 rumah-rumah kecil berbentuk tonggkonan yang digunakan untuk mengangkut jenazah dari rumah ke pegunungan. Lalu dengan berjalan kaki ke arah lainnya dapat ditemukan pembuat patung untuk orang meninggal yang dapat dipesan sesuai dengan kemiripan wajahnya. Harganya mulai 18 jutaan.



3 ksatria dengan latar belakang pemakaman di daerah lemo

The 4th destination, dari wisata Lemo, 3 ksatria lalu melanjutkan perjalanan ke Londa. Kami menyewa sebuah lentera dan guide 35 ribu dan tiket masuk 10 ribu per orang.  Rasanya kurang afdol ke Toraja kalo tidak mampir ke Londa. Di dalam gua terdapat 2 kerangka kepala sepasang kekasih yang hubungannya tidak direstui dan nekat bunuh diri. Londa sama halnya dengan Lemo, yang merupakan perkuburan di dalam gua2 diatas gunung. Di Londa kami bertiga nekat menerobos lorong gua yang begitu sempit. Alhasil kami merasakan pengapnya berada di gua sempit dan harus merangkak lebih dari 25 meter. Keluar dari gua ksatria Barnash meminta waktu beristirahat dan berbaring di tempat duduk panjang mengistirahatkan diri. Demamnya sudah hilang. Sedangkan ksatria Devi, masih asyik foto-foto di sekitar Londa. Saya sendiri, masih tepar, mengingat telah menerobos gua sempit sambil merangkak.

3 ksatria di dalam gua Londa
The 4th destination Terus berkeliling kota Toraja rupanya menguras tenaga. Kami lalu menuju kerumah Egy, yang ternyata merupakan restauran yang terletak di tengah kota rantepao depan apotek Marannu. Kami bersyukur, makan siang ini disponsori oleh dia, jadi kami makan gratis. Alhamdulillah. Untuk muslim, rumah makan ini halal 100%. Menunya juga enak, khas buatan rumah. Membuat setiap orang yang merasakannya menjadi rindu pulang ke rumah. hehehehehhe. Stelah makan kami beristirahat di rumahnya yang mungil terpisah dari rumah utama tempat dia dan keluarganya tinggal. Jadi Egy memiliki banyak rumah di Rantepao. Kemungkinan dia keturunan ke 5 juragan tanah di Rantepao, xiixixixix. 
Foto Egy menyiapakan makan siang gratis, *paparazzi version

The 5th destination Setelah beristirahat kami lalu melanjutkan perjalanan menuju tempat dilakukannya acara rambusolo. Kami menggunakan sitor (taksi motor) yang biasa disebut bentor (becak motor). Sayangnya karena terlambat datang, kami hanya mendapat penjelasan dari anak almarhumah. Beliau menjelaskan secara detil tentang tata cara pelaksanaan pesta kematian.



Bersama anak almarhumah, berpose di samping batang yang ditancapkan sebagai tanda pemotongan 12 tedong (kerbau)




Destinasi kota Toraja pun tidak berhenti disini. Setelah masuk waktu maghrib, sembari menunggu bus yang akan mengantarkan 3 ksatria menuju kota Makassar, ditemani kak Nila dan Kak Okta kami mengelilingi pusat pertokoan Rantepao untuk mencari makan malam dan belanja sedikit ole2. Kami lalu beristirahat di perwakilan bus dan berangkat pukul setengah 9. Bus nya tidak senyaman bus yang memberangkatkan kami ke Toraja. Harganya 100 ribu dan sesuai dengan fasilitasnya. Namun karena lelah, saya tertidur sepanjang jalan.

The 3rd DAY 27 Januari 2013
Saya tidak menyadari ketika bus telah memasuki gerbang kota Makassar. Beruntung ksatria Barnash membangunkan saya. Karena tiba terlalu subuh, maka saya lalu mengambil taksi untuk pulang ke rumah dulu sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kota Bulukumba untuk menikmati pantai Bira. Ongkos taksi 20 ribu sebenarnya tidak masuk hitungan saya, namun karena suasana yang masih gelap tidak memungkinkan kami menunggu ksatria Taadhi di depan Mtos seperti rencana awalnya. Beristirahat sejenak, lalu kami berangkat ke terminal Malengkeri dengan menggunakan 2 kali ganti angkutan umum. Setiap angkutan membutuhkan ongkos 3-4 ribu per orang. Sesampainya di Malengkeri, kami telah bertemu dengan ksatria Taadhi yang terlebih dahulu telah melakukan negosiasi dengan angkutan menuju Bira tanpa transit di terminal Bulukumba. Dengan biaya 50 ribu kami berempat duduk berdesak-desakan di barisan paling belakang dalam mobil Innova.

Tetap senyum walau tidak memungkinkan untuk koprol :D
 Menempuh perjalanan selama 5 jam menuju pantai Bira, kami mampir sejenak di Kota Jene'ponto untuk santap siang. Bakso seharga 10 ribu menjadi pilihan saya. Butuh yang berkuah dan terasa hangat, sepertinya saya masuk angin. Kami menginjakkan kaki di Pantai Bira ketika jam telah menunjukkan jam 3. Kami menjatuhkan pilihan pada penginapan Riswan untuk menghabiskan semalam di kawasan Bira. Dengan merogoh kocek 100 ribu perkamar, kami dapat memiliki 2 kamar yang dihuni masing-masing 2 ksatria. Tentunya saya sekamar dengan ksatria Devi. Setelah menyantap bekal yang kami bawa dari Makassar, serantang Nasi dan lauk, kami lalu menuju pantai dan berenang sesuka hati hingga menjelang maghrib. Tidak banyak berubah dari kawasan pantai Bira. Tetap terlihat anggun dengan hamparan pasir putih dan laut jernih yang terbentang luas. Kami menghabiskan waktu dengan berenang hingga maghrib menyapa. Sayangnya tidak ada sunset hari ini. Awan menutup matahari yang akan tenggelam menuju belahan dunia lainnya. Tapi kami, keempat ksatria tetap bersyukur hari ini tak ada hujan. Malam harinya kami habiskan dengan dinner di pinggir laut. Sisa bekal dan pop mie seharga 6 ribu rupiah cukup mengenyangkan. Kami juga membeli sebotol air mineral besar seharga 5 ribu. Lalu melalui malam di kamar masing-masing. Bukan wanita namanya jika tak ada sesi curhat-curhatan. Pertanyaan yang meluncur dari ksatria Devi adalah, kapan saya merasa sedih ?, hahahahahha. Tak perlu dibahas sebenarnya. Mencoba melupakan hal yang tidak penting dengan berhenti membahasnya adalah pilihan yang tepat :)

The 4th DAY 28 Januari 2013

Terbangun dari tidur yang lelap, saya lalu mencoba ke pinggir pantai untuk menghampiri nelayan yang baru saja pulang dari menangkap ikan. Saya bermaksud membeli ikan fresh hasil tangkapannya. Sayangnya hari ini nelayan bersandar di pelabuhan yang menurut saya cukup jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki. Ibu pemilik rumah kemudian menawarkan kami ikan hasil tangkapan pak Riswan kemarin. Masih fresh dan terlihat lezat untuk disantap. Kami mengumpulkan uang 80 ribu untuk 2 ekor ikan, sebakul nasi dan campuran sambel buatan mba Fitri. Dia seorang wanita yang numpang di rumah pak Riswan. Sembari menunggu ikan dibakar, kami berjalan menyusuri pantai. Kami berjalan cukup jauh dan kembali ketika perut telah keroncongan. Makanan juga telah sia disantap. Mmm yummiii... Setelah makan kami berenang sejenak, menikmati air laut sebelum beranjak pulang meninggalkan Pantai Bira.
4 Ksatria menikmati pantai Bira

Pukul 10 pagi kami meninggalkan penginapan menuju Kota Makassar. Ongkos mobil tetap sama, 50 ribu. Tapi kali ini kami duduk agak lowong karena bisa memilih barisan tengah dan belakang. Berhubung penumpangnya tidak mencapai batas maksimal seperti mobil pertama. Duh senangnya. Sesampainya di terminal Malengkeri kota Makassar, kami lalu mengambil angkutan umum untuk menuju jalan Gunung bawakaraeng. Ongkosnya masih tetap 3 ribu per orang. Andre, seorang pangeran yang juga teman dari ksatria Taadhi telah siap mengantar kami berkeliling kota Makassar menggunakan mobil sedannya. Kami lalu menuju coto Nusantara, pantai Akkarena, sholat di mesjid terapung, berkeliling pantai losari dan menuju toko Ujung di jalan sumbo opu untuk beli ole-ole. Perjalan terakhir menuju kerumah saya untuk final packing sebelum menuju ke kota Jakarta. Ksatria Taadhi dan Pangeran Andre harus pulang terlebih dahulu, jadi kami berpisah di tugu adipura setelah packing dirumah saya. Perjalanan lalu kami lanjutkan dengan pete-pete Daya menuju bandara. Beruntung karena bapaknya bisa diajak negosiasi dan mengantarkan kami hingga gerbang Bandara dengan ongkos 4 ribu per orang. 2 ksatria lalu melanjutkan perjalanan menuju gerbang keberangkatan dengan bus gratis yang standby setiap 25 menit ke dalam bandara. Hampir saja kami terjebak dengan taksi seharga 40 ribu. hehehehehe.

Taman bermain Akkarena bersama pangeran Andre

Mesjid Amirul Mukminin di daerah pantai Losari

LAST but NOT LEAST Ada banyak tempat yang telah kita kunjungi di Sulawesi Selatan. Ada banyak cerita yang kita ciptakan di kehidupan masing-masing. Terimakasih telah menjadi bagian dari liburan berharga kali ini.
 twitter para ksatria
mention us here : @icha_ahdan @taadhi @barnash_donks @cheesemozarella
 Miss u and See U soon !!

Selasa, 15 Januari 2013

Ade Rai *LoveStruck*


Yeah , kekecewaan tentang terpilihnya Roy Suryo sebagai MENPORA banyak berwara-wiri di dunia maya. Saya sendiri sebagai pengguna aktif twitter cekikikan beberpa kali membaca rasa kecewa yang diplesetkan. Beberapa orang mengatakan bahwa MENPORA akan berganti kepanjangan menjadi Menteri POrno dan RekAyasa. Lain halnya dengan teman saya yang ikut kecewa. dia bilang akan lebih mudah untuk memanipulasi data olimpiade melalui informasi teknologi (IT) ketika Roy Suryo menjadi MENPORA. Bahkan beberapa orang mulai mempertanyakan imbuhan kata "ahli" dalam telematika dan pakar informatika yang sering diikutkan dalam penyebutan namanya di beberapa media gosip selebritis. Menurut saya, sah-sah saja seseorang ditunjuk menjadi seorang menteri. Lah itu haknya pak presiden kok. Tapi yang membuat saya heran, pantas kah seseorang yang tidak mempunyai latar belakang masalah olah raga ditunjuk menjadi menteri pemuda dan olah raga ? Bukankah Experience is the best teacher ? Orang-orang lalu menyangkut pautkan kesamaan antara Roy Suryo dengan Andi Mallarangeng sebagai syarat menduduki posisi MENPORA. Katanya harus selain muda harus berkumis.


Malam ini sebernya bukan malam yang tepat untuk membahas isu politik. Tetapi setelah menonton salah satu video TEDx Jakarta di situs youtube, pembicaranya adalah Ade Rai. Suddenly I thought that, why pak SBY didn't choose Ade Rai as State Minister of Youth and Sports ?? Maybe because Ade Rai Has Muscle (otot) not Mustache (Kumis). Jika membuka link ini, kita akan berfikir lebih jauh bahwa Ade Rai memang cocok menjadi MENPORA. Nyatanya, bukan saya saja yang mendukung nya. Ridwan Kamil sebagai founder of Indonesia Berkebun juga pernah twit mengenai masalah ini. Bahwa MENPORA versi akang Ridwan ya Ade Rai :D 

Saya lalu membuka lebih banyak lagi situs mengenai Ade Rai. Dia jelas mengetahui lebih banyak tentang olahraga. Kini saya jatuh hati kepada Ade Rai, ternyata Selain suka pamer otot, doi juga suka senyum. Duuuuh Manis nyaaaa :D



*Kurang lebih ini hanya pendapat saya saja sebagai pengguna social media dan penikmat berita. Maaf jika ada salah-salah kata

Rabu, 26 Desember 2012

TOEFL (Test OEntuk Fasih dan Lincah) :D

2 minggu lalu saya telah melalui tes TOEFL di kampus saya. Penyelenggaranya anak mahasiswa juga. Hasilnya cukup mengejutkan. Ternyata tesnya cukup sulit. Beberapa hari kemudian saya membaca artikel tentang hasil TOEFL yang diperoleh :

Berikut adalah cuplikan interpretasi Skor TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
Skor TOEFL < 400 disebut Non User , dinilai belum mampu menggunakan bahasa Inggris dalam segala konteks/situasi/topik.

Skor TOEFL 400 – 449 disebut Extremely Limited User, dinilai hanya cukup untuk berkomunikasi yang sangat dasar sekali, itupun dengan bantuan lawan bicara.

Skor TOEFL 450 – 489 disebut Marginal User , dinilai pengguna bahasa yang pas-pasan yaitu hanya bisa menggunakan kalimat-kalimat pendek saja dan dalam bidang / konteks/situasi /topik yang sudah diketahuinya.

Skor TOEFL 490 – 529 disebut Modest User, dinilai pesan yang disampaikan cukup bisa dimengerti secara umum, secara khusus kurang jelas karena banyak kesalahan yang dibuat.

Skor TOEFL 530 – 559 disebut Competent User , dinilai dapat menggunakan bahasa Inggris secara lisan dan tulisan dengan berani dalam berbagai konteks/situasi/topik, walaupun disana-sini terlihat banyak kesalahan.

Skor TOEFL 560 – 609 disebut Good User, dinilai terampil berbahasa Inggris lisan dan tulisan secara effektif dalam hampir semua konteks/situasi/topik dengan sedikit kesalahan.

Skor TOEFL 610 – 644 disebut Perfect User , dinilai mampu menggunakan bahasa Inggris secara sempurna baik lisan dan tulisan secara effektif dalam konteks/situasi/topik apapun.

Skor TOEFL 645 – 670 disebut Native Speaker like User , dinilai dapat menggunakan Bahasa Inggris seperti penutur aslinya orang Inggris.

Dan saya termasuk dalam Extremely Limited User :(... tidak apalah. Ini baru pertamakali saya melihat soal dengan bacaan sepanjang ini. Tes TOEFL juga baru pertama kali saya lakukan :) nanti dicoba lagi deh. See U !

#MyMovieMaker part I

Selama teman-teman yang lainnya menjalankan KKN saya tetap tinggal di Makassar dan menunda KKN di semester berikutnya. Sedih juga, karena harus tertinggal beberapa langkah. Tapi saya tak begitu risau. Dengan hobi menonton di youtube, saya terinspirasi banyak video. Dan membuat beberapa video menggunakan aplikasi move maker. Ini lah cerita behind the scene beberapa video pda akun youtube saya http://www.youtube.com/user/ahdant :

#1. http://www.youtube.com/watch?v=-L5dAKMRX98 ini pertamakali saya mencoba membuata video stop motion. Saat di tempat magang, saya dan Adol, teman magang saya, membuat serentetan gambar melalui kamera laptop dan hasilnya tradadaaaaam. Bukan stop motion yang hebat, malah terkesan maksa dan berhasil mengundang beberapa komntar negatif. Tapi tenang saja, saya tak sedih. Nama nya juga memulai. Jika seorang yang baru lahir langsung bisa berlari, nah lo. 

#2. http://www.youtube.com/watch?v=z7H30ZnSRVE nah kalo yang ini hanya video dan foto2nya diambil bertepatan dengan ulang tahun teman saya dari Amerika, Katy Mcfadden. Dan alhamdulillah suprisenya berjalan sesuai rencana. coba cek keseruan di tanggal 8 Maret 2012. I'm gonna miss it.

#3. http://www.youtube.com/watch?v=RcgLMFSVl2Q Waktu kakak2 @mksrberkebun lagi acara syukuran, saya mencoba mengumpulkan file foto-foto dan mencoba merangkainya menggunakan aplikasi movie maker. Sebenarnya tidak ada niat untuk menjadikan file tersebut menjadi sebuah video. Semoga tidak terlalu buruk untuk mengisi waktu kosong.

.....to be continued